Siapkan Fisik, Mental, dan Kendaraan

JALUR mudik yang superpadat dan dengan berbagai kondisi medan jalan tentu tidak hanya membuat mobil harus bekerja lebih keras, tapi juga pemudik yang mengendarainya. Fisik, mental, sampai pengetahuan rute serta barang-barang bawaan sang pemudik perlu diperhatikan selain kendaraan.

“Ada beberapa hal yang perlu disiapkan selain kondisi kendaraan, yaitu stamina, manajemen waktu, manajemen rute, dan manajemen barang,” tegas instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat dihubungi Media Indonesia Senin (21/7).

Stamina terkait dengan waktu istirahat plus asupan karbo hidrat, protein, lemak, dan air yang cukup. Bagi yang menjalankan puasa Ramadan, pastikan menu sahur dan berbuka puasa memenuhi aspek-aspek itu.

Soal jam tidur juga tidak bisa dianggap enteng. Pemudik mesti telah menjalankan ritme ‘tidur sehat’ tiga atau empat hari sebelum berangkat mudik. “Tidurlah minimal 6 jam (di malam hari),” ujar Jusri.

Manajemen waktu keberangkatan dan durasi mengemudi bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Pria pendiri JDDC itu menyarankan agar memulai perjalanan ke kampung halaman bakda subuh. Selepas subuh, kesegaran tubuh manusia, menurutnya, ada di tingkat maksimal.

“Total waktu mengemudi dalam sehari juga tidak boleh lebih dari 10 jam dan setiap 2 jam wajib beristirahat.” Sortir pula barang bawaan saat mudik dan sepulangnya.

Bawalah barang-barang yang memang dibutuhkan demi kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang dalam kabin.
“Bagi yang mempunyai balita, bawa semua kebutuhan demi kenyamanan anak tersebut. Kalau perlu, beberapa mainan yang mereka senangi juga diboyong,” ucapnya. Media Indonesia, 24 Juli 2014, Halaman 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>