Hi-Ace Commuter Menjual Kenyamanan

PELUANG bisnis travel tampaknya semakin terbuka lebar menyusul pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cikampek dengan Palimanan (Cipali). Belum lagi pembangunan mass rapid trans (MRT) Jakarta yang juga memberi peluang untuk membuka bisnis feeder dari kawasan perumahan ke stasiun MRT ataupun kereta commuter.

Bagi produsen otomotif, peluang ini dimanfaatkan dengan berlomba menghadirkan kendaraan jenis mikrobus, salah satunya Toyota Hi-Ace Commuter. Berbeda dengan mikrobus lain yang merupakan hasil karoseri, Hi-Ace Commuter terbaru yang merupakan generasi kelima keluarga HiAce sengaja dirancang demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

Pekan lalu, Media Indonesia mendapat kesempatan mencoba langsung untuk menjelajahi lintas kota, mulai dari Bogor hingga Cirebon, Jawa Barat.

Sosok Hi-Ace Commuter ini jelas terlihat berbeda dari kendaraan mikrobus kompetitor. Dengan desain high-roof, HiAce Commuter memiliki dimensi panjang 5.380 mm, lebar 1.880 mm tinggi 2.285 mm dengan jarak sumbu roda 3.110.

Lantaran diperuntukkan komersial, kendaraan ini mampu mengakomodasi penumpang 16 orang. Pada awalnya, saya ragu apakah dengan tinggi badan 180 cm saya bisa nyaman duduk di baris ketiga. Ternyata keraguan saya tidak beralasan, jarak antarkursi masih menyisakan ruang yang cukup lega untuk selonjorkan kaki.

Tentu saja, ini membuat nyaman saat menempuh 4 jam perjalanan ke Cirebon. Meski terlihat simple, suasana kabin nyaman dengan atap cukup tinggi sehingga penumpang bisa leluasa bermanuver pindah tempat duduk. Ventilasi AC individual di setiap baris jok penumpang juga menambah kenyamanan penumpang. Kekedapan kabinnya patut diacungi jempol.

Meskipun kendaraan ini utamanya dirancang untuk kenyamanan penumpang, Toyota tidak melupakan faktor kenyamanan untuk pengemudi.

CV Fahri Tour tentunya menyediakan sewa bus pariwisata mewah di Padang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen kami.

Posisi duduk ideal sangat mudah didapat berkat beberapa pengaturan pada jok dan setir. Terlebih MPV ini sudah dilengkapi spion yang dapat diatur dan dilipat secara elektris dari dalam, ruang pandang luas untuk memantau depan.
Sayangnya versi yang saya coba tidak dilengkapi rearview camera sehingga sedikit menyulitkan saat parkir mundur.
Saat melintasi jalur pantura Jawa Barat, kondisi jalan yang bergelombang tidak membuat penumpang terlempar dari jok.
Padahal, suspensi belakang masih mengandalkan model rigid axle, semi-elliptic leaf spring alias pegas daun dengan peredam hidrolis.

Namun, saya tidak terkejut merasakan kenyamanan di bagian depan ketika mengetahui suspensinya menganut model independent double wishbone dengan pegas batang torsi dilengkapi peredam hidrolis plus ball-joint mounted anti-roll bar. Suspensi ini biasa digunakan pada sedan mewah.

Tenaga ideal
Hi-Ace Commuter yang saya coba masih mengandalkan mesin serupa dengan Toyota Fortuner, yaitu mesin diesel 2KD-FTV Turbocharged 4 cylinder in-line, 16-valve DOHC D-4D berkapasitas 2,494 cc dengan rasio mencapai 18.5.

Meskipun di atas kertas spesifikasi mesinnya tergolong biasa-biasa saja, ketika merasakan langsung, tenaga mesin kendaraan ini cukup ideal untuk memberikan kenyamanan berkendara sehingga pengemudi tidak mudah merasa lelah yang berujung pada unsur keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Untuk mengimbangi bodi yang bongsor, Hi-Ace Commuter dilengkapi dengan perangkat rem cakram berventilasi di bagian depan dan cakram solid di bagian belakangnya yang dipersenjatai fitur antilock braking system (ABS) di keempat rodanya.

Fungsi ABS membuat saya mudah menghindari tumbukan saat satu bus jurusan Jakarta-Cirebon secara tiba-tiba memotong jalan dengan kecepatan tinggi. Bicara soal harga, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo menyebut untuk tipe standar dibanderol Rp380 jutaan, sedangkan versi commuter hingga Rp400 jutaan. (Uut/S-2) Media Indonesia, 16/10/2014, halaman 22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>