Perbaikan Jalan Lintas Sumbar Riau Dikebut

PERBAIKAN jalan ambles lintas Sumatra Barat (Sumbar)-Riau, di Kilometer 201, Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, dikebut agar segera bisa digunakan pengguna jalan.

“Kami sudah menurunkan delapan alat berat untuk melakukan penimbunan gorong-gorong yang sudah dipasang,“ kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lima Puluh Kota, Rahmadinol, di Pangkalan, kemarin.

Jika pemasangan gorong-gorong dan pemadatan tanah sudah selesai, kata dia, jalan bisa dilalui dengan sistem buka-tutup.

Akibat amblesnya ruas jalan lintas Sumbar – Riau di Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, arus kendaraan antarprovinsi dialihkan melewati jalur alternatif di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, menuju Kiliran Jao, Sumbar.

“Pengalihan arus kendaraan di jalur alternatif masih dilakukan. Polisi mengerahkan 10 personel lalu lintas di tiga titik sepanjang jalur tersebut,“ ungkap Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kampar Ajun Komisaris Alex Sandi Siregar.

Pengawalan polisi lalu lintas di sepanjang jalur alternatif, lanjut dia, dilakukan guna menjamin kelancaran arus kendaraan. “Volume kendaraan yang melewati jalur alternatif juga relatif normal dan lancar,“ terangnya.

Selain mengerahkan personel polisi lalu lintas, Polres Kampar, kata Alex, juga melaksanakan koordinasi dengan sejumlah kepolisian sektor di sepanjang jalur alternatif tersebut. Di antaranya, Polsek Lipat Kain, Polsek Kampar Kiri Hilir, dan Polsek Perhentian Raja.

Manajer Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah I Riau – Sumbar Isman mengatakan proses pemulihan jalan utama di Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan, Sumbar, terus dikerjakan.

Jalan yang ambles akibat runtuhnya goronggorong yang digerus hujan deras dalam sepekan terakhir telah diratakan. Ruas jalan yang ambles sepanjang 70 meter dengan kedalaman 12 meter.

“Petugas sudah memasang kembali 15 pipa baja yang runtuh akibat amblesnya badan jalan tersebut. Kita berharap jalur ini bisa kembali pulih secepatnya,“ ungkap Isman. Tanah longsor Hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menimbulkan tanah longsor dan angin puting beliung.

Bencana longsor membuat sebuah badan jalan di Desa Sugihan, Kecamatan Pulung, ambrol. Akibatnya, jalur Ponorogo menuju objek wisata Telaga Ngebel via Pulung putus.

Angin puting beliung merusak puluhan rumah penduduk di Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, dan di Desa Brahu, Siman, Kecamatan Ponorogo. Selain itu, dua rumah penduduk roboh total rata dengan tanah.

Putusnya jalur Pulung-Ngebel itu, lanjutnya, membuat ratusan warga di lereng Gunung Wilis menjadi terisolasi. (RK/ST/PO/Ant/T-2) Media Indonesia, 20/11/2014, halaman 12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>