Mentawai : Butuh Akses Jalan Kembangkan Sektor Wisata

KABUPATEN Kepulauan Mentawai telah dikenal dunia sebagai daerah yang memiliki potensi wisata bahari. Namun, daerah yang dijuluki Bumi Sikerei ini masih membutuhkan penataan kembali infrastruktur penunjang seperti adanya akses jalan.

“Kita punya lokasi bagus dengan ombak yang bagus, bahkan bagi peselancar dunia ini sudah dikenal. Namun, kita harus benahi infrastrukturnya, seperti akses jalan menuju lokasi wisata itu,“ Kata Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, beberapa waktu lalu.

Dari tahun ke tahun tingkat kunjungan wisatawan ke Mentawai selalu meningkat setiap tahun. Pada 2013, jumlah kunjungan wisatawan asing per tahun mencapai 6. 700 orang. Pada 2014 sampai Agustus sudah 7. 000 orang.
Menurut dia, Mentawai memang ingin menarik minat wisatawan baik lokal maupun asing untuk datang ke daerah itu. Dalam upaya menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, pada 1619 November lalu, Mentawai mengikuti pameran Sumatera Barat Expo Ke-4 di Kabupaten Badung, Bali.

Dalam ajang itu Mentawai untuk pertama kalinya meraih penghargaan sebagai juara stan favorit.
Dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Barat yang tampil pada event promosi wisata Sumatra Barat di Pulau Dewata itu, stan Mentawai ditata menyerupai rumah adat Uma dengan menampilkan berbagai peralatan tradisional khas Mentawai seperti tombak, panah, dan lukisan sikerei, dan pernak-pernik lainnya. Selain itu, disajikan pemutaran video kehidupan tradisonal masyarakat adat.

Tidak itu saja, dalam ajang promosi dan memperkenalkan pariwisata tersebut, Mentawai juga membuat mata pengunjung terkesima dengan tarian Uliat Manyang yang menceritakan burung elang yang sedang mencari makan.

Respons pengunjung sangat menggembirakan. Kegiatan tersebut juga didukung dengan demonstrasi pembuatan tato yang dikerjakan langsung oleh salah seorang sikerei yang berasal dari Kecamatan Siberut Selatan.

Selain memiliki keelokan alam dan keunikan budaya masyarakatnya, Mentawai juga menampilkan berbagai kuliner berbahan dasar keladi dan sagu, serta ikan yang telah diasinkan dan diasapi. Kemudian juga didukung dengan menampilkan bermacam hasil kerajinan tangan, seperti suvenir dan miniatur papan selancar yang terbuat dari kayu kakadut.

Kepala Dinas Pariwisata Mentawai Desti Seminora menjelaskan stan Kabupaten Mentawai dalam Sumbar Expo 2014 mendapat banyak perhatian dari pengunjung, terutama wisatawan mancanegara yang ada di Bali.

“Selain soal surfing, para turis rata-rata tertarik dengan kekhasan yang ditampilkan stan Mentawai,“ Ujar Desti Mentawai memang merupakan surga bagi para wisatawan bahari. Selain ombak yang digemari para peselancar dunia, keindahan alam bawah laut dengan berbagai biota juga menjadi incaran para pengunjung yang gemar menyelam atau diving. (RO/Ant/S-1) Media Indonesia, 28/11/2014, halaman 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>