Toyota Sentuh Emosi Pelajar

MERASA peduli dengan tingginya angka kecelakaan di jalan raya, PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali menggelar pelatihan safety driving yang kali ini sasarannya ialah siswa setingkat SMA.

General Manager Corporate Planning and Public Relation TAM Widyawati Soedigdo mengatakan saat ini tidak sedikit anak sekolah yang memiliki kemampuan mengemudi cukup baik meski belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). “Yang menjadi masalah, mereka umumnya belum mampu menguasai emosi.“

Karena itu, acara `Smart Driving Coaching Clinic with Astra Toyota Agya’ yang digelar di SMAN 54 Jakarta Timur, Selasa (16/12) itu mengusung tema tambahan yaitu Safety driving drive your life. Karena yang lebih disentuh soal emosi pelajar, TAM juga menghadirkan psikolog Agatha Ardhiati pada coaching clinic tersebut.

“Di acara ini kami memberikan pengetahuan seputar menjaga kebiasaan mengemudi di jalan raya. Bagaimana harus menyikapi jika menghadapi pengemudi lain yang ugal-ugalan di jalan raya, bahkan menentukan lagu apa yang cocok didengar saat berkendara,“ ungkap Widyawati.

Tujuan kegiatan itu, imbuhnya, pada saatnya mereka boleh mendapatkan SIM, mereka telah memiliki bekal cukup untuk berkendara di jalan raya.

Menurut Widyawati, Toyota tidak punya kata kompromi untuk urusan safety. Kendaraan level terendah seperti Agya pun telah dilengkapi berbagai fitur keselamatan yang baik seperti airbag dan lain-lain.

Namun, menurut Widyawati, sebagusbagusnya fitur keselamatan kendaraan tidak akan ada artinya sama sekali kalau pengemudinya tidak berkendara secara bijaksana.

Dalam perspektif yang sama, Agatha mengatakan, yang harus ditekankan kepada para pelajar SMA melalui acara seperti ini ialah memberikan pemahaman bahwa mengemudi ialah aktivitas yang sangat serius yang tidak bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan lainnya.

Tak dimungkiri, anak muda saat ini tidak bisa lepas dari media sosial. Mereka selalu ingin eksis sehingga kerap melakukan hal-hal berbahaya yang bisa mereka banggakan kepada teman-temannya di media sosial.

“Saat mengemudi adalah saatnya mengemudi, tidak bisa sambil melakukan kegiatan lain. Ketika sedang mengemudi, ponsel berbunyi, misalnya, pilihannya ialah mengabaikannya dan terus mengemudi atau menepikan kendaraan dan berhenti,“ tukas Dosen Fakultas Psikologi Unika Atmajaya itu.

TAM sudah menggelar Program Toyota Smart Driving secara aktif sejak 2007 dengan memberikan pembekalan keselamatan berkendara melalui beragam aktivitas.Namun, untuk tahun ini targetnya ditambah dengan menyasar para pelajar. Tema Drive your life pun untuk pertama kalinya digelar di SMAN 54 Jakarta Timur.

Melalui kegiatan seperti itu, Widyawati berharap siswa-siswi masa depan Indonesia bisa memberikan multiplier effect agar semakin banyak orang yang sadar akan safety driving. (Cdx/S-2) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 23

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>