Category Archives: Otomotif

Mobil Murah 7 Penumpang Menantang LMPV

Mobil murah ramah lingkungan akan terbagi menjadi dua `mazhab’. LCGC model city car dan LCGC model multipurpose vehicle (MPV). “Model LCGC pastinya pun melihat pasar besar di Toru H Corporate Nissan M
Mobil Murah 7 Penumpang Menantang LMPV MULAI Mei ini, makin berwarna saja segmen mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Pemicunya ialah kemunculan Datsun Go+ Panca, LCGC seven seater (tujuh penumpang) pertama yang berbeda dari pakem awal LCGC sebagai city car lima penumpang.

Datsun Go+ Panca hadir sebagai penutup `angkatan pertama’ LCGC yang sebelumnya melahirkan Astra Toyota Agya, Astra Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, serta Suzuki Karimun Wagon R.

Akan tetapi, kehadiran Datsun Go+ Panca dengan posturnya yang berbeda dengan `para pendahulunya’ harus diakui cukup spesial. Mobil itu, seperti dikatakan Corporate Vice President Nissan Motor Company Toru Hasegawa, akan membagi segmen LCGC menjadi dua `mazhab’. LCGC model city car dan LCGC berbungkus model multipurpose vehicle (MPV).
“Model LCGC tujuh penumpang pastinya punya nilai lebih jika melihat pasar MPV yang sangat besar di Indonesia,“ tutur Toru.

Tak hanya itu, menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Sudirman Maman Rusdi, LCGC tujuh penumpang Datsun tersebut akan membawa efek pada segmen mobil murah.
“Bisa kepada perubahan segmentasi (model) atau perubahan volume (penjualan),“ sebutnya beberapa waktu lalu.
Ya, dengan desainnya yang menyerupai mobilmobil di segmen low multipurpose vehicle (LMPV), Datsun pun memperbandingkan antara Datsun Go+ dan LMPV.

“Datsun Go+ Panca akan memiliki efisiensi bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 20 km/liter. Ini lebih baik sekitar dua kali lipat dari LMPV yang ada saat ini,“ klaim Corporate Vice President Nissan Motor Corporation and Global Head of Datsun Vincent Cobee dalam acara peluncuran Datsun Go+ Panca, Kamis dua pekan lalu, di Purwakarta.
Tak berlebihan bila kehadiran LCGC tujuh penumpang tersebut dinilai punya potensi besar mereduksi dominasi LMPV di pasar mobil nasional tahun ini.

Hal itu tak hanya menjadi klaim Nissan sebagai penghadir Datsun Go+.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Jaringan Purnajual PT Suzuki Indomobil Sales Davy J Tuilan juga punya pendapat sama. Ia menyebut, sebelum adanya Datsun Go+ Panca, kontribusi LMPV terhadap `kue penjualan’ sebetulnya sudah turun dari kisaran 30% menjadi 27%-28% akibat adanya `empat sekawan’ LCGC, yakni Agya, Ayla, Brio Satya, plus Karimun Wagon R.

Jika ditambah lagi dengan beredarnya LCGC tujuh penumpang, lanjut Davy, konsumen amat mungkin beralih dan menyebabkan kontribusi LMPV turun lagi menjadi 25%-26% dari total penjualan mobil nasional tahun ini.
“Tapi kami harus melihat dulu begitu LCGC tujuh penumpang ini keluar, animonya seperti apa,“ ujar Davy.

Sekedar menambahkan, LCGC diramalkan oleh Frost and Sullivan Asia Pasifik dapat laku setidaknya 150 ribu unit pada 2014 dari total penjualan mobil yang diperkirakan berjumlah 1,2 juta-1,3 juta unit.
Kelemahan Meskipun potensial, menurut Davy, LCGC tujuh penumpang sesungguhnya punya kelemahan mendasar jika dibandingkan dengan LMPV, yaitu dari sisi fitur keamanan dan kenyamanan.

Dua faktor itu sangat mungkin bakal menjadi pertimbangan utama konsumen sebelum memilih membeli LMPV atau LCGC tujuh penumpang.

Walakin, ia memperkirakan, LCGC tujuh penumpang tetap bakal lebih mengancam segmen LMPV ketimbang jejeran LCGC yang ada sekarang.

“Pasar LCGC yang sekarang baru terbentuk ialah yang ingin lima penumpang,“ ujarnya.
Keyakinan akan prospektifnya potensi pasar mobil murah tujuh penumpang juga disampaikan Daihatsu. Menurut Kepala Divisi Pemasaran Domestik PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau, secara umum konsumen Indonesia memang masih menggemari mobil tujuh penumpang.

Hal tersebut ia dapatkan dari hasil survei internal Daihatsu, beberapa waktu lalu. Mereka yang ada di dalam survei Daihatsu, sambung Rio, ialah yang memiliki belanja konsumsi rumah tangga sebesar kurang lebih Rp6 juta per bulan. Konsumen potensial di segmen itu berjumlah 10 juta-20 juta keluarga.

“Konsumen di segmen mobil menengah ke bawah, dari hasil survei, lebih dari 55% akan memilih yang tujuh penumpang. Kalau ada mobil tujuh penumpang dengan harga kompetitif, permintaan masyarakat pasti akan lari ke situ,“ paparnya baru-baru ini, di Jakarta.

Menyusul Keyakinan yang disampaikan Suzuki ataupun Daihatsu barangkali bukan kebetulan. Kedua pabrik an itu sesungguhnya memiliki model mobil ringkas tujuh penumpang, meskipun masih dalam format konsep.
Suzuki punya Karimun Wagon R seven seater. Daihatsu menciptakan mobil bertajuk `ultimate functional purpose’ (UFC). Keduanya menjadi mobil konsep di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013.

Davy tidak menutup kemungkinan Karimun Wagon R seven seater dilepas ke pasaran, tapi tidak tahun ini.
“Anda tahu semua, orang Indonesia kebanyakan pasarnya (mobil) tujuh penumpang. Jadi di semua segmen, kalau bisa bikin versi tujuh penumpang, pasti menarik. Di sport utility vehicle (SUV) yang berdimensi besar saja diada-adakan yang tujuh penumpang.“

Bagaimana dengan Daihatsu? “Daihatsu memang mainnya di mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah. Kalau pasarnya memang ada, bisa jadi kita mengarah ke situ. Namun, sekarang belum. Masih cukup Ayla yang mampu menjual 4.000-an unit per bulan,“ timpal Rio. (S-2) Media Indonesia, 22/05/2014, halaman 22